Haaaaaah akhirnya terwujud juga keinginanku untuk nonton film Negeri 5 Menara. Film yang diangkat dari novel best seller karya Ahmad Fuadi ini memang banyak dinanti-natikan oleh banyak orang, khususnya Indonesia. Apalagi di Sumatra Barat. Beeeeeeh pada excited banget pengen nonton. Ya maklumlah, penulisnya kan masih berdarah minang. Sama dengankuuuuuu *shy shy cat*
Awalnya aku sempat kecewa atas pemberitaan di Twitter yang mengabarkan bahwa tiket untuk nonton film tersebut udah sold out. Aku menyampaikan kekecewaanku di twitter dengan memberikan mention kepada Ahmad Fuadi. Gak taunya, jum’at sore aku dapat semacam DM dari Uda Fuadi (begitu beliau disapa). Beliau menawarkan 1 tiket kepadaku, dan tentu saja aku senang luar biasa. Akhirnya bisa juga nonton filmnya.
Sabtu malam, teman-temanku dari komunitas menyampaikan keinginannya untuk ikutan nonton di twitter. Maklumlah, media komunikasi yang paling updet itu yaaaa lewat twitter. Berbagai cara mereka lakukan. Beruntung, salahsatu diantaranya merupakan panitia acara tersebut. Setidaknya ini memberi kelegaan kepada teman-temanku yang belum mendapat tiket, dan kelegaan untukku. Sebab akhirnya aku gak nonton sendirian.
Minggu sorenya, aku janjian dengan mereka di Taman Budaya. Ternyata eh ternyataaaaaaaaaa, gak selamanya info di twitter itu akurat. Semua yang pengen nonton film Negeri 5 Menara dapat dengan santai masuk ke gedung tanpa tiket dan yang paling penting GAK BAYAR!!!!.
Teman-teman yang ikutan nonton bareng itu diantaranya Kak Nissa, Kak Ayu, Bang Yoga, Bang Rico, Uda Rian, Da Jul (Julius, teman bule nya Kak Nissa). Gak cuma itu, Arif, Fadil, Ee, Icit dan Rian juga ada disana. Mereka teman-temanku dari SMA.
Filmnya sungguh luar biasa memotivasi, aku sempat terharu dengan salahsatu adengannya. Sampai-sampai Uda Rian ngeledekin aku gara-gara nangis.
Selalu begini dan selalu begitu, setiap film yang kisahnya diangkat dari novel tidak 100% sama. Ada adegan yang ditambah, ada juga adegan yang dikurangi. Aku sih udah maklum aja. Jujur, aku gak kecewa. Malah aku BANGGA, setidaknya masih ada film inspiratif di Indonesia. Sungguh ironis kalo ngeliat kebanyakan film-film yang ada sekarang nyaris semua bertema horror seks. -________________-.
Film ini bernilai banyak dan sarat akan motivasi. Yang tak bisa aku lupakan adalah mantra ‘Man Jadda wa Jadda” siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil. “Bukan yang tajam ataupun yang pintar, tapi yang bersungguh-sungguhlah yang akan menuai hasil yang baik”
Aku jadi bersemangat untuk bersungguh-sungguh kuliah. Biar cepat tamatnya. Dan semoga aku juga bisa meraih menaraku sendiri. “Menara Tokyo”. Amiiiiiin.
Note: foto barengnya gak ada. Soalnya itu foto ada sama Arif. :D
Note: foto barengnya gak ada. Soalnya itu foto ada sama Arif. :D


